Bagaimana Cara Membedakan Ijazah Asli dan Ijazah Palsu | Platechno News
Iklan Sponsor :

Bagaimana Cara Membedakan Ijazah Asli dan Ijazah Palsu

Iklan Sponsor :



Dalam hal membedakan antara Ijazah asli dan palsu, ternyata Polisi mempunyai cara atau trik tersendiri. Menurut Kanit II Haki, Subdit I Ekonomi Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Kompol Andy Arisandi bahwa untuk form kertas ijazah asli itu dikeluarkan oleh perusahaan kertas milik negara, yaitu Perum Peruri yang mana ijazah tersebut dilengkapi logo atau tanda khusus. ''Ijazah palsu hanya form kertas cetakan biasa,'' kata beliau.
Karenanya, polisi telah berhasil mengungkap praktik sekelompok orang yang melakukan pemalsuan ijazah atas nama beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jatim. Adapun untuk harga Ijazah palsu untuk S1 dan akta IV dibandrol Rp 12,5 juta, S2 seharga 20 juta, dan S3 dijual Rp 70 juta. Mei lalu, pelakunya ditangkap oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Jatim.


Selain jenis kertas, untuk membedakan ijazah palsu dapat juga dilihat dari hologram yang menempel di form kertas ijazah. Untuk ijazah asli, hologram terlihat menjadi satu kesatuan dengan form kertas yang dikeluarkan Perum Peruri. Sedangkan untuk hologram pada ijazah palsu dibuat sendiri dan ditempelkan pada bagian tertentu sehingga terlihat jelas tempelannya.

Ciri lain untuk membedakan mana ijazah palsu dan mana yang asli kata Andy masih banyak lagi, namun demikian hanya dapat diketahui oleh perguruan tinggi yang bersangkutan, yaitu dari penomoran seri ijazah dan kode ijazah. "Untuk ini, yang tahu hanya perguruan tinggi yang bersangkutan, masyarakat umum biasanya tidak tahu," tambahnya.

Sedangkan ciri-ciri pada stempelnya, pihaknya mengalami kesulitan untuk membedakannya, karena tidak sulit bagi seseorang membuat dan menduplikasi stempel. "Karena itulah, tersangka tidak hanya memiliki stempel PTS, stempel milik Dikti pun dia punya," terang Andy.

Sebanyak 1.600 ijazah palsu produksi Sucipto yang dilakukan sejak 2007 lalu. Bagaimana cara membedakan ijazah palsu dengan yang asli?

Kanit HAKI Subdit I Ditreskrimsus Polda Jatim, Kompol Arisandi, kondisinya dapat dilihat dengan cara kasat mata, salah satunya melihat material yang digunakan untuk Ijazah tersebut.

"Secara material dapat dilihat dari kerta Ijazah yang digunakan. Untuk yang asli menggunakan kertas dari Peruri (Perum Percetakan Uang Republik Indonesia)," kata Arisandi di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (13/6/2012).

Kemudian untuk Hologram, ijazah yang asli menggunakan Hologram timbul namun menyatu dengan kertas bukan ditempel. Sementara Ijazah Palsu hasil buatan Sucipto ditempel seperti stiker.

Kemudian dalam setiap Ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi adalah menggunakan bahasa atau penomeran serta kode tertentu.

"Kalau setempel-setempel ini tersangka memesan di beberapa tukang stempel pinggir jalan," ujarnya.

Arisandi juga menyebut, saat ini banyak penawaran pembuatan ijazah melalui online. Namun yang dilakukan oleh Sucipto sangat manual, sehingga dalam beroprasi tersangka menerima pesanan.

"Kami masih melakukan pengembangan, termasuk memeriksa ahli dari Pendidikan tinggi dan Kopertis," tukasnya.

Sebelumnya, sebanyak 1.600 ijazah palsu disita polisi. Dari jumla tersebut, didominasi oleh ijazah Akta-4 dengan persentase 62 persen, 31 persen ijazah S1, 4 persen ijazah S2, dan 1 persen ijazah S3. Polisi menduga, maraknya pengguna ijazah palsu Akta-4 karena diperlukan untuk mengajar.

Demikian artikel mengenai cara membedakan ijzah dari kami, semoga bermanfaat, salam Pusat Informasi.


Hati-hati Pegang Ijazah Palsu

Sebentar lagi pemerintah membuka rekrutmen CPNS baru. Bagi yang berminat melamar formasi dengan ketentuan lulus S1, tidak ada salahnya mengecek status ijazah. Jangan-jangan ijazah yang dipegang adalah palsu atau bodong. Kondisi ini bisa muncul jika kuliah di kelas jauh yang dilarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Wejangan ini disampaikan oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Achmad Jazidie. Larangan kampus menjalankan kelas jauh ini tertuang dalam surat edaran Dirjen Dikti nomor 2630/D/T/2000 tertanggal 22 September 2000.

Dia mengatakan, masyarakat harus waspada dengan keberadaan kampus-kampus yang masih bandel menyelenggarakan kelas jauh. Dia mengaku prihatin ketika terus-menerus menerima laporan masih ada saja kampus-kampus yang menyelenggarakan kelas jauh.

"Ini sudah penipuan. Sudah tahu dilarang, tetapi tetap saja dilakukan," kata dia. Jika ada masyarakat yang tidak mengerti, terus kuliah di kelas jauh ini, tentu sangat dirugikan. Pasalnya ijazah mereka illegal atau bodong karena tidak diakui atau terdaftar di Kemendikbud.

Jazidie mengatakan, persoalan kuliah kelas jauh ini rata-rata sering muncul ketika diselenggarakan seleksi CPNS. Dia mengatakan, setiap masa verifikasi, seluruh BKD yang menerima berkas-berkas ijazah dari si peserta ujian, selalu konfirmasi ke Kemendikbud. "Konfirmasi ini digunakan apakah ijazah calon PNS itu resmi atau illegal," tandasnya.

Jika ternyata ijazah itu didapat dari kuliah kelas jauh, pihak Kemendikbud langsung memastikan ijazah yang bersangkutan adalah palsu. Dengan demikian, peserta yang awalnya dinyatakan lulus seleksi CPNS ini bisa gugur saat pemberkasan. Pada kasus ini, banyak masyarakat yang nyata-nyata dirugikan tidak bisa berbuat apa-apa.

Untuk itu, mantan pembantu rektor III ITS itu berpesan supaya masyarakat harus selektif saat memilih kampus. Dia mengatakan, kelas jauh ini banyak dilakukan oleh kampus-kampus swasta di Jakarta. Kampus swasta ini membuka kelas jauh hingga ke luar pulau. Seperti di Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Kampus swasta di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga dilaporkan masih ada yang membuka kelas jauh.

Dalam prakteknya, kelas jauh ini kerap memasang iming-iming yang sangat menggiurkan kepada calon mahasiswa yang dibidik. Diantaranya, biaya kuliah murah, jam kuliah rata-rata dilaksanakan akhir pekan, dan gampang lulus atau mudah menyelesaikan program sarjana. "Siapa yang tidak kepincut dengan iming-iming seperti ini," tutur Jazidie.

Dia lantas menjelaskan tanda-tanda atau ciri-ciri kelas jauh. Biasanya, kelas jauh ini dijalankan dengan meminjam ruko atau sekolah-sekolah di sebuah daerah. Tidak ada satupun karyawan dari perguruan tinggi yang menjalankan kelas jauh. Begitu pula dengan perpustakaan dan sarana penelitian lainnya. "Pokoknya hanya kuliah pulang saja," tutur dia. Bahkan dosen-dosennya ada yang direkrut dari kampus-kampus gurem di daerah setempat.

Di saat keberadaan kelas jauh yang masih terus menghantui, Jazidien mengatakan berbeda dengan kampus yang menyelenggarakan kelas di luar domisili perguruan tinggi. Berbeda dengan kelas jauh, kuliah di kelas di luar domisili perguruan tinggi ini resmi. Sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 30 Tahun 2009. Karena tergolong resmi, ijazah hasil kuliah di kelas di luar domisili ini resmi atau legal.

Jazidie mengatakan, terdapat perbedaan yang tegas antara kelas jauh dengan kelas di luar domisili perguruan tinggi ini. Dia menuturkan, kampus yang menyelenggaraan kelas di luar domisili memiliki gedung tetap dan karyawan tetap yang ditempatkan di daerah tertentu di luar domisili resmi sebuah kampus. Selain itu, kampus ini tetap menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi (pembelajaran, penelitian, dan pengabdian) di kelas di luar domisili tadi.

Contoh kelas di luar domisili ini bisa dilihat di Universitas Gajah Mada (UGM). Kampus yang berdomisili di Yogyakarta ini, memiliki kelas di luar domisili yaitu di Jakarta. Kampus UGM di luar domisili ini menempati bangunan resmi seluas 18.688 meter persegi di atas lahan 6.300 meter persegi di Jalan Dr Sahardjo, Tebet, Jakarta Selatan.

Jazidie mengatakan, upaya UGM dalam membuka kelas di luar domisili ini legal. Apalagi mereka juga tetap menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain itu juga menyediakan perpusatakaan, pegawai, dan sarana prasaranaa layaknya di kampus induk. "Jika kuliah di kelas di luar domisili tidak perlu khawatir. Yang jangan itu kuliah di kelas jauh," pungkasnya.

Apa yang diharapkan oleh seseorang yang menempuh pendidikan, sebutlah itu Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Perguruan Tinggi atau pun Pendidikan Kesetaraan kalau bukan tanda bukti telah melakukan pendidikan dalam jangka waktu tertentu? Tanda bukti tersebut adalah ijazah, yang menyatakan bahwa yang namanya tercantum pada lembaran kertas yang memiliki ciri khas itu telah lulus dan menyelesaikan suatu program dalam jenjang tertentu. Yang mana dengan pegangan ijazah yang dimiliki dapat menghantarkan seseorang setidaknya untuk bisa memposisikan diri sebagai pelamar pekerjaan.

Selain dari mengharapkan ijazah dari lembaga tertentu, berapa persen dari mereka yang sepenuhnya melakukan pendidikan sampai menahun hanya karena untuk menuntut ilmu? Hal yang sulit untuk dideteksi mengingat tak ada yang menolak ketika diberi ijazah oleh sekolah dan lembaga dan mengatakan, “saya tak butuh ijazah, saya hanya butuh ilmu pengetahuannya”. Baik yang benar-benar menjalani pendidikan untuk mendapatkan pengetahuan, akan menjadikan ijazah sebagai bukti nyata dan legal bahwa mereka telah melakukan pendidikan dan menyelesaikannya dengan baik. ijazah menjadi penghargaan atas perjuangan yang telah dilakukan. Namun lain bagi yang hanya ingin mendapatkan karena hanya ingin bekerja, ijazah bisa saja menjadi barang pajangan dan koleksi. Intinya, semua orang membutuhkan ijazah.

Kebutuhan setiap orang akan ijazah memang tak dapat dipungkiri, tetapi untuk mendapatkannya relatif sulit karena membutuhkan biaya yang banyak dan dalam waktu yang panjang. Karena biaya, banyak orang jadi putus sekolah atau bahkan tidak melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi. Karena waktu, banyak orang yang tidak menyelesaikan pendidikan yang ditempuhnya. Karena kesibukan, banyak orang berpikir dua kali untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akibat kekhawatiran mengganggu pekerjaan. Berdasarkan kebutuhan tersebut ada pihak yang melihat peluang besar untuk menawarkan jasanya dalam mewujudkan keinginan mendapatkan ijazah.

Dengan tawaran mendapatkan ijazah tersebut, pendidikan tidak perlu ditempuh dalam jangka waktu yang panjang. Tanpa usaha tapi syarat duit. Meskipun syarat duit, namun tidak semahal menempuh pendidikan. Dimana harga yang ditawarkan bersaing antara penawar jasa yang satu dengan jasa lainnya. Kemudian juga tidak perlu meninggalkan tempat kerja, jika sebelumnya karena kesibukan orang mengambil program Pendidikan Jarak Jauh namun penawar jasa menawarkan tidak perlu pusing memikirkan kesibukan bekerja dan melakukan pendidikan jarak jauh dan semacamnya. Cukup dengan menghubungi penawar jasa melalui website jasa yang ditawarkan. Di website tersebut dicantumkan harga dan jenis-jenis layanan.

Tidak hanya satu layanan penawar jasa pembuatan ijazah yang ada, ternyata data kepolisian menunjukkan bahwa situs penjual ijazah palsu terbilang ratusan (Selamat Pagi Indonesia, 24 Mei). Kalau kita browsing di dunia maya akan ditemukan macam-macan situs yang menyediakan layanan ijazah dan ternyata sudah dimulai dari jauh hari. Bahkan telah dijadikan bisnis online sejak lima dan enam tahun yang lalu. Sekarang muncul website terbaru (izajah.us) di bulan Mei ini dengan harga layanan yang sangat bersaing ketimbang website-website sebelumnya. Jika sebelumnnya pembuatan ijazah S1 membutuhkan biaya Rp. 4.500.000 sampai Rp. 10.000.000 maka website terbaru  ini hanya dengan biaya Rp. 2.000.000 sampai Rp. 2.500.000 dan tergantung universitas.

Usaha jasa pembuatan ijazah wajar tidak akan berhenti selama masih ada permintaan karena pemenuhan permintaan tersebut akan dilakukan oleh penyedia layanan. Penyedia layanan hidup dari permintaan-permitaan untuk membuatkan ijazah palsu. Semakin tinggi permintaan maka layanan jasa ijazah ASPAL akan semakin menjamur yang menahun.

ASPAL atau ijazah palsu pun ada banyak jenisnya. Yang pertama ijazahnya berbentuk asli namun prosesnya palsu. Ini jenis yang ijazah yang diperoleh tanpa melakukan proses pendidikan itu sendiri. Ada lagi jenis ijazah palsu dengan proses asli, jenis ini merupakan ijazah yang diperoleh tidak sesuai dengan proses pendidikan yang dijalani. Yang bersangkutan memang mengikuti proses  perkuliahan namun ijazah tidak sesuai dengan program studi yang tercatat. Contohnya pengakuan Ridha seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh bahwa program Bisnis yang dijalaninya mengeluarkan tamatan yang berijazah Manajemen Bisnis. Jadi prosesnya asli namun ijazahnya palsu. Kemudian ada lagi jenis ijazah asli dengan nilai palsu, jenis yang ketiga merupakan ijazah yang diperoleh dengan menjalani proses pendidikan dan ijazah sesuai program studi namun dengan nilai yang direkayasa. Dari ketika jenis ini apapun bentuknya, tetap saja palsu.

Dengan kemajuan teknologi, kemudahan layanan pembuatan ijazah semakin meningkat dan jenis layanan semakin bervariasi. Namun ada apa dengan ijazah ASPAL ini? Apakan ini bukti dari ketidakkompetenan dari bangsa dan ketidakkonsisnenan dari lembaga? Mengapa memperoleh ijazah melalui layanan jasa pembuatan ijazah ASPAL? Apakah bangsa ini memang tidak sanggup unjuk gigi dengan kemampuan diri sendiri? Diluar dugaan modus penipuan karena biasanya penyedia layanan meminta uang muka, maraknya situs layanan ijazah ASPAL adalah bukti catatan buram dalam dunia pendidikan.

Menurut aturannya, ijazah merupakan dokument otentik yang harus ada formatnya sesuai lembaga masing-masing yang tidak bisa ciplak oleh lembaga lain seperti pembuatan ijazah palsu misalnya. Yang perlu ditinjau, bagaimana sebenarnya pengawasannya? Kalau dari pengawas perguruan tinggi baik itu DIKTI atau pun Kopertis juga harus melakukan pengawasan melalui pelaporan dari setiap kegiatan perkuliahan yang dilakukan. Mengontrol jalannya kegiatan. Jangan sampai seseorang yang menjalankan pendidikan sarjana selama satu tahun tiba-tiba diketahui telah memperoleh ijazah. Karena ijazah merupakan dokumen otentik ada baiknya universitas memiliki format yang tidak bisa ditiru oleh pihak lain.

Di lapangan, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan harus mensosialisasikan dokumen otentik mereka agar dapat dibuktikan dengan cara tertentu. Misalnya dengan melihat logo, jenis kertas, jenis tulisan yang digunakan dan identitas lainnya. Jika tidak mampu, apakah perlu pusat yang mengeluarkan ijazah untuk para lulusan dari lembaga pendidikan tentu?

Kemudian perguruan tinggi dan lembaga pendidikan juga melakukan konfirmasi dengan perusahaan-perusahaan untuk mencek keaslian dari ijazah yang digunakan karyawan. Perusahaan sebagai pihak pengguna dari lulusan universitas dan lembaga pendidikan lainnya juga harus peduli dengan keaslian ijazah dari karyawan. Meski sedikit sulit mewujudkannya di lembaga swasta karena mengandalkan kompentesi yang dimiliki, ini dilakukan dalam rangka pengawasan. Namun dari ini semua masyarakat juga tidak harus lepas tangan dengan beredarnya ijazah palsu. Kepedulian masyarakat dibutuhkan, meski hanya untuk memulai dari diri sendiri dan orang terdekat.

UU SISDIKNAS no. 20 tahun 2003 sebenarnya sudah memberikan aturan pidana bagi yang memalsukan ijazah atau yang memberikan ijazah untuk yang tidak berwenang menerimanya. Baik itu yang mengeluarkan dan yang menggunakan akan terkena hukum pidana. Namun dibalik hukum yang menjerat pelaku pengguna dan penyedia, bahwa ijazah palsu merupakan hasil campur tangan manusia dan ide-ide kreatif yang negatif. Jika mau menyalahkan kemajuan teknologi, setiap penyalahgunaan sebuah dokumen dapat dipastikan manusialah oknumnya bukan sistemnya atau bahkan bukan alatnya. Pemalsuan ijazah sebagai dokumen otentik merupakan kriminalitas, tidak untuk saat ini saja namun sejak manusia mengenal tulisan sudah terjadi. Manusia yang menggunakan dokumen otentik yang palsu dan menggunakan sebagai identitas dirinya berarti telah menunjukkan jati dirinya sendiri sebagai sebuah kepalsuan.

*Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Padang


Miris...PNS beli Ijazah Palsu Demi Naik Pangkat


Tidak sedikit orang yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menjadi panutan masyarakat, berwibawa , berdedikasi tinggi, dan beretika baik adalah ciri dari seorang abdi negara yang patut kita teladani.

Tapi apa jadinya kalau seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) rela membeli ijazah palsu demi  kepentingan pribadinya apalagi hanya untuk naik Jabatan?

Seperti yang terjadi di Manado Sulawesi Utara, beberapa staf  Dinas Pendidikan setempat telah berhasil menginvestigasi terkait hal jual beli ijazah di salah satu perguruan tinggi swasta. Praktik jual beli ijazah palsu ini memang benar adanya, tegas kepala Disdik Sulut, Gemmy Kawatu.



Dalam perdagangan ilegal ini, harga yang ditawarkannya pun cukup mencengangkan yaitu berkisar Rp 15 hingga 20 juta. Harga yang sangat fantastis untuk sebuah Ijazah Palsu.
Pernyataan Kepala UPBJ-UT Manado, Mulyadi M semakin memperkuat permasalahan ini bahwa selang beberapa tahun terakhir ini memang pihaknya telah mendapatkan banyaknya ijazah palsu yang beredar. Hal itu diketahui ketika ada beberapa mahasiswa yang melegalisisr ijazah, dan  namanya tidak termasuk kedalam daftar kampus.Tentu hal itu merupakan suatu permasalahan yang harus segera dituntaskan.

Dengan adanya kasus ini maka Noudy Tendean, selaku Kepala BKD setempat pun merasa gerah, apalagi setelah mengetahui jelas bahwa ijazah akan digunakan untuk Kenaikan Pangkat.
Sangat disayangkan sekali sikap para Pegawai Negeri Sipil (PNS), gila terhadap Jabatan itulah kata yang pantas bagi mereka. Tugas mereka seharusnya mengemban tanggung jawab yang telah dipercayakan oleh  negara, melainkan juga  soal integritas aparat yang sangat fundamental untuk setiap abdi negara.

Semua pihak akan bergerak ke lapangan dan menyiapkan strategi untuk mengusut tuntas permasalahan tersebut. Jika terbukti mengggunakan Ijazah palsu baik untuk kepentingan kepegawaian, ataupun kenaikan pangkat termasuk semua pihak yang ikut terlibat dalam hal ini maka tidak akan segan untuk mendapat tindakan tegas. Pasalnya ini adalah masalah yang sangat merugikan semua pihak termasuk Instansi tempat mereka bekerja karena ini termasuk kedalam modus penipuan.

Hal ini menjadi peringatan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang lainnya untuk tidak menggunakan Ijazah palsu dalam hal apapun dan jadilah Abdi negara yang baik. Berlaku Jujur adalah sifat yang sangat mulia.

Masukan email anda untuk mendapatkan Resep Terbaru ke email anda GRATIS:

3 Responses to "Bagaimana Cara Membedakan Ijazah Asli dan Ijazah Palsu"

  1. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan,bagi teman teman yang menemukan situs ini tolong disebar luaskan agar orang orang juga bisa tau klau ada dukun sakti yg bisa membantuh mengatasi semua masalah anda1.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus
  2. Halo, nama saya Yusi Retnowati dari Indonesia, silahkan saya sarankan semua orang di sini harus sangat berhati-hati, karena ada begitu banyak lender pinjaman palsu di internet, tetapi mereka masih yang asli di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah scammed oleh 8 lender pinjaman yang berbeda, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Aku hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang saya karena utang.

    Saya hampir menyerah sampai saya mencari nasihat dari seorang teman yang memperkenalkan saya ke pemberi pinjaman kredit asli dan perusahaan yang sangat handal yang Karen Mark Keuangan Perusahaan Pinjaman yang saya dapatkan pinjaman saya sebesar 500 juta rupiah indonesia (Lima ratus juta indonesian rupiah) di kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres yang pada tingkat bunga rendah dari 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa rekening bank saya dan menemukan jumlah pinjaman yang saya minta ditransfer ke rekening bank saya tanpa penundaan atau kekecewaan, jadi saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres dari Ibu Karen Mark.

    Saya ingin Anda percaya Ibu Karen Mark sepenuh hati karena dia telah benar-benar membantu dalam hidup saya. Anda sangat beruntung memiliki kesempatan untuk membaca kesaksian ini hari ini. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan hubungi perusahaan melalui email: ([email protected])
    Anda juga dapat menghubungi saya melalui email saya, jika Anda menemukan kesulitan untuk mengajukan pinjaman dari perusahaan. ([email protected]). Tuhan membantu Anda dan sangat berhati-hati

    BalasHapus